Sabtu, 06 Agustus 2011

AS, PRANCIS DAN JERMAN BICARAKAN SANKSI UNTUK SURIAH

Washington, - Pemimpin AS, Prancis dan Jerman mengecam Presiden Suriah Bashar al-Assad atas perilaku ''kekerasan tak pandang bulu'' terhadap massa pendemo.Presiden Barack Obama menghubungi Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel guna membicarakan sanksi baru terhadap DamaskusGedung Putih dalam sebuah pernyataan mengatakan ''Para pemimpin mengutuk rezim Assad yang terus melakukan kekerasan tanpa pandang bulu terhadap warga Suriah.''''Mereka menyambut kecaman Dewan Keamanan PBB atas perilaku Suriah, tapi juga menyetujui untuk mempertimbangkan langkah tambahan guna menekan rezim Assad dan mendukuing warga Suriah.''Namun tidak ada kejelasan tekanan seperti apa yang akan dilakukan.

Dalam perkembangan terbaru di Suriah dilaporkan, aksi demonstrasi terus berlanjut meski pemerintah masih menggunakan kekerasan untuk menangani aksi massa. Pegiat hak asasi manusia Suriah menyebutkan setidaknya 13 orang ditangkap dalam aksi Jumat (05/08) kemarin.Aksi demo kemarin kembali pecah setelah shalat Jumat pertama di bulan Ramadhan.Televisi negara Suriah menyiarkan dari kota Hama - yang menjadi pusat aksi protes terhadap pemerintahan Assad - dengan melaporkan kalau kota itu dalam kekuasaan pemerintah.Kota ini diserang selama beberapa hari dengan tank dan tentara membersihkan kota dari penguasaan kelompok oposisi.

Kekacauan juga terjadi di Damaskus, tujuh orang dilaporkan tewas.Video di internet menayangkan aksi massa di Damaskus berteriak ''Hama, kami bersama kalian hingga mati'' dan ''Bashar pergi''. Abdel Karim Rihawi, kepala Liga Suriah untuk Pembela Hak Asasi Manusia mengatakan 30.000 orang berdemo di kota Deir al-Zour.

Diperkirakan sekitar 2.000 orang tewas sejak aksi massa berlangsung Maret silam. Assad menjanjikan reformasi, tetapi menyalahkan kekerasan dilakukan oleh ''gerombolan kriminal bersenjata'' yang didukung oleh kekuatan asing. Awal pekan ini Dewan Keamanan PBB mengutuk rezim Assad.Rusia, yang selama ini dikenal sebagai sekutu Suriah juga ikut mengkritik kebijakan Damaskus. Presiden Dmitry Medvedev mengatakan Assad bisa ''menghadapi takdir yang buruk'' kecuali dia bisa melakukan reformasi dan rekonsiliasi dengan oposisi. [ms]



0 komentar:

Posting Komentar